Anjuran ini sama sekali tidak bermaksud agar kita selalu menyenangkan orang lain, karena sebenarnya kita takkan mampu melakukan hal itu. Namun agar hidup kita lebih produktif, lebih efektif, dan lebih ringan.
Bila semua orang senang mencari-cari sisi buruk orang lain, maka dunia akan penuh dengan kebingungan.
Kita akan berhadapan dengan puluhan nasehat, ratusan saran bahkan ribuan caci-maki.
Hal ini berlaku pula pada diri kita. Selalu melihat keburukan orang lain, membuat hidup menjadi kusam. Sedangkan dengan melihat kebaikan orang lain, hidup menjadi menyenangkan. Kita akan mempunyai lebih banyak waktu untuk menikmatinya.
Kulit jeruk terasa pahit. Sedangkan isi jeruk terasa manis menyegarkan. Bukankah kita belajar dari alam?
Kita mengupas dan menyingkirkan kulit jeruk yang pahit untuk mereguk kesegaran buah jeruk. Bila kita tak menyukai keburukan, maka singkirkan.
Kita mencari kebaikan, maka carilah... dan temukan itu pada setiap orang yang hadir dalam hidup ini.
October 11, 2009
...
Aku adalah kapal kokoh yang sanggup menahan beban, terbuat dari kayu terbaik, dengan layar gagah menentang angin. Kesejatianku adalah berlayar mengarungi samudra, menembus badai dan menemukan pantai harapan. Sehebat apapun kapal diciptakan, tak ada gunanya bila hanya tertambat di dermaga. Dermaga adalah masa lalu. Tali penambat itu adalah ketakutan dan penyesalan.
Tak akan ku buang percuma seluruh daya kekuatan yang dianugerahkan.
Tak akan kubiarkan masa lalu menambat kita di situ. Akan kulepaskan diri dari ketakutan dan penyesalan.
Berlayar...
Yang memisahkan kapal dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang dan batu karang.
Yang memisahkan aku dengan keberhasilan adalah masalah yang menantang. Di situlah tanda kesejatian teruji. Hakikatnya kapal adalah berlayar menembus segala rintangan.
Hakikat diri adalah berkarya menemukan kebahagiaan bersama pantai harapan, dan pantai harapan itu adalah kamu...
...
Tak akan ku buang percuma seluruh daya kekuatan yang dianugerahkan.
Tak akan kubiarkan masa lalu menambat kita di situ. Akan kulepaskan diri dari ketakutan dan penyesalan.
Berlayar...
Yang memisahkan kapal dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang dan batu karang.
Yang memisahkan aku dengan keberhasilan adalah masalah yang menantang. Di situlah tanda kesejatian teruji. Hakikatnya kapal adalah berlayar menembus segala rintangan.
Hakikat diri adalah berkarya menemukan kebahagiaan bersama pantai harapan, dan pantai harapan itu adalah kamu...
...